Semarak Festival Film Horor 2026 di Pacitan: Alun-Alun Disulap Jadi Lautan Manusia, Warga Nikmati Hiburan Rakyat “Indigo – Jejak Mbah Sayem”

oleh
oleh

PACITAN — Alun-Alun Pacitan mendadak berubah menjadi pusat keramaian yang membetot perhatian ribuan warga dari berbagai kalangan. Selama empat hari penuh, yakni pada 14–17 Oktober 2026, kota 1001 gua ini sukses menggelar Festival Film Horor (FFH) 2026 yang mengusung tema magis dan penuh teka-teki: “Indigo – Jejak Mbah Sayem”.

​Bukan sekadar ajang pemutaran film biasa, festival ini menjelma menjadi pesta rakyat yang meriah. Pemerintah setempat menyediakan sejumlah titik lokasi pemutaran yang tersebar di jantung kota, mulai dari Bioskop Rakyat Gunung Karst Tobong, pemutaran layar tancap di Lapangan Bola Voli Alun-Alun Pacitan, Gedung Karya Darma (Bioskop Rakyat Mbah Sayem), Gedung Gasibu Swadaya (Bioskop Rakyat Laut Selatan), hingga Pasar Sawo (Bioskop Rakyat Gua Karst).

banner 120x600

​Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak antusias memadati lokasi pemutaran setiap malamnya. Genre horor yang identik dengan sensasi ketegangan, kecemasan, hingga rasa ngeri justru berubah menjadi daya tarik hiburan yang sangat menghibur dan dinanti-nanti warga.

​Ajang Kompetisi Nasional Sineas Tanah Air
​Di balik kemeriahan penonton, FFH 2026 merupakan panggung kompetisi film horor nasional yang bergengsi. Tercatat ada 290 karya dari para sineas yang berasal dari 42 kota dan provinsi di seluruh Indonesia yang mendaftar. Melalui proses kurasi yang ketat, sebanyak 75 film horor terpilih berhasil lolos untuk ditayangkan dan dinikmati langsung oleh publik Pacitan.

​Berkah Tersendiri bagi Pedagang Lokal
​Kemeriahan festival ini tidak hanya dirasakan oleh para pencinta sinema, tetapi juga membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Alun-Alun. Pasar Hantu & Creative Market yang beroperasi dari pukul 13.00 hingga 22.30 WIB selalu dipadati pengunjung yang berburu kuliner dan suvenir khas.

​Rohmat, salah seorang ketua pedagang di area tengah Alun-Alun Pacitan, mengungkapkan rasa syukurnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli pada Jumat (17/10/2026). Ia mengaku sangat menikmati lonjakan pengunjung yang drastis berkat adanya hiburan rakyat ini.

​”Suasananya luar biasa ramai. Dagangan kami ikut terdampak positif, dan yang paling membahagiakan, hiburan film horor ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai dewasa, tanpa ada batasan,” ujar Rohmat sembari tersenyum ramah.

​Festival Film Horor 2026 di Pacitan ini tidak hanya sukses menjadi etalase karya kreatif sineas horor Indonesia, tetapi juga berhasil menghidupkan ruang publik, merangkul kebersamaan warga, dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara nyata. (Mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.