PACITAN — Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, telah usai dengan sukses dan lancar. Gelaran yang dihadiri lebih dari 550 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setingkat kabupaten ini menetapkan sejumlah agenda penting bagi perjalanan organisasi ke depan.
Ketua PCNU Pacitan, KH. Sutrisno ( posisi sedang telepun) , menegaskan bahwa seluruh mekanisme pemilihan telah melalui proses musyawarah para kiyai dan pertimbangan matang. Sebagai santri, pihaknya menyatakan tunduk dan patuh terhadap aturan serta keputusan para kiyai.
Saat ditemui di Warung Cemue Jalur Lintas Selatan (JLS), KH. Sutrisno menyampaikan sejumlah poin penting terkait hasil Muktamar hingga arah kebijakan PCNU Pacitan ke depan :
Sistem Pemilihan Lebih Kondusif: Perubahan sistem pemilihan Ketua Umum PBNU dari one man, one vote menjadi sistem pengusulan 1 hingga 5 nama oleh PCNU kepada Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dinilai mampu menciptakan suasana yang adem, kondusif, serta mencegah perpecahan.
Dukungan untuk Gus Kikin : Dalam pemilihan Ketum PBNU, PCNU Pacitan memberikan dukungan kepada Gus Kikin. Figur tersebut dinilai paling aman, tidak bercacat, serta memiliki ikatan emosional kuat—salah satunya pernah menghadiri peletakan batu pertama Kantor PCNU Pacitan dan menjadi tempat anak-anak pengurus menimba ilmu.
Evaluasi Kepengurusan : Usai Muktamar, PCNU Pacitan akan segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengevaluasi kepengurusan. Pengurus yang dinilai kurang efektif akan diganti dengan personel yang lebih berkomitmen.
Tantangan Pengkaderan : Dinamika pengkaderan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKP) di Pacitan diakui membutuhkan pembiayaan mandiri yang disesuaikan dengan standar Jawa maupun nasional.
Dukungan Pembentukan Banom Baru : Forum Muktamar turut mengapresiasi dan mendukung pembentukan Badan Otonom (Banom) baru di lingkungan NU, seperti Banom Dokter/Kesehatan, Nelayan, Ekonomi, dan Pengusaha sebagai wadah kontribusi warga Nahdliyin.
Menghadapi sisa masa jabatan sekitar 2,5 tahun ke depan, KH. Sutrisno menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menuntaskan peninggalan berupa penyelesaian pembangunan Kantor PCNU Pacitan. (Mj)










