PACITAN, – Maraknya penggemar burung Pleci dari Pacitan yang mempunyai suara jernih, cerdas, gampang diisi materi dan tidak ngetem semakin digemari di seluruh Indonesia namun khabitatnya diambang kepunahan.
Di Pacitan sekarang tinggal 4 Kecamatan yaitu Kec. Bandar, Kec. Nawangan, Kec. Kebonagung, Kec.Tulakan itupun hanya beberapa desa saja. Dulu, sekali memasang pikat bisa dapat 15 sampai 20 ekor, sekarang sehari cari satu ekor belum tentu dapat, begitu juga mencari sarang burung tldak semudah dulu karena baru menetas sudah diambil orang.
“Burung ini sudah banyak berkurang karena sudah jarang yang mau turun di pikat sehingga harga Pleci dakun dari Pacitan jadi mahal, contohnya yang masih lolohan (masih disuap) rata” diatas 800.000 sedangkan harga pleci prestasi nama burung maskot dari Pacitan tembus Rp.55.000.000 dan mungkin ada yang lebih tinggi harganya.” ungkapnya.
“Soal pedagang pleci dari luar Pacitan yang mengaku punya dakun Pleci dari Pacitan yang pikatan sebaiknya hati – hati karena di Pacitan sudah dilarang dan jangan mudah tergiur dengan kata – kata burung Pacitan.” kata Herry PJP salah satu warga Pacitan saat di klarifikasi di rumahnya.(20/5/2026)
Dirinya mengaku sebagai pemain gantangan dan bukan pedagang atau pemikat namun sebagai pencetak burung pleci untuk lomba gacoan sendiri di tim gubuk jahanam miliknya bertujuan mengangkat vitamin burung saya sendiri namanya “Liquid Power ” dan punya tujuan mengangkat burung pleci dakun dari Pacitan berkualitas.
Selain itu Herry mengajak untuk menjaga kelestarian burung Pleci di Pacitan dan menghindari mengambil dengan cara memikat karena banyak Desa yang melarang keras salah satunys Desa Sanggrahan Kec. Kebonagung Kab. Pacitan, Jawa – Timur, semoga ke depan semakin berkembang biak tambah banyak sehingga anak cucu bisa menikmati suara kicauan indah burung Pleci di hutan. (Mj)













