Opini/Mujahid
PACITAN, – Sudah menjadi tradisi , rontek gugah sahur yang berjalan mengelilingi Alon – alon semakin diminati kalangan muda dan tua bahkan anak – anak, kali ini kehadiran ribuan pengunjung dan peserta rontek menambah semarak suasana sekitaran Pendopo Pemkab Pacitan, lalu iring – iringan peserta selalu berhenti melakukan atraksi.
Ada hal menarik pada parade kali ini diantaranya sepanjang pagar Pendopo Pemda ditongkrongi masyarakat yang ingin melihat atraksi rontek lebih jelas, warga ada yang berpenampilan potongan rambut jambul berjoget, Anoman, kembang api, lampu flare.
Namun suasana berubah menjadi tidak nyaman ketika suara letusan muncul dari bawah di kerumunan masa yang sedang berjalan dan dipeburuk perkelaian.
Bersamaan kejadian ini , Dadut Danramil Kota terjun langsung ikut melerai masa , begitu juga Dedeh anggota Polisi wanita yang bertugas di Polsekta sebagai Kabag SDM sigap mengawal rontek berjalan paling depan dan beri aba – aba kepada masa penonton di tengah jalan untk kembali minggir seperti posisi semula.
Sebelumnya Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, S.H., S.I.K., M.I.K., mengajak kepada media saat buber ikut sosialisasikan rontek yang sesuai Peraturan Bupati agar bisa ditaati. Begitu juga Dandim 0801 Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul, S.H., M.I.P. lebih awal mengadakan silaturahmi dengan Media dan LSM yang dikemas dengan buber menekankan soal kondusifitas Pacitan yang terjaga.
Menyikapi gejala ketidak nyamanan parade rontek gugah sahur dan masa penonton tentunya unsur dari TNI, Polri, Dishub, BPBD, Satpol PPĀ kemungkinanya akan meningkatkan pengamanan lebih untuk menghindari sesuatu hal yang tidak di harapkan, sedangkan informasi berkembang dilapangan parade rontek akan diakhiri pada hari kamis. (*)











